PERSEPSI YANG KELIRU TENTANG GAJI GURU


ktf_remuneration-540x270
Oleh Hejis

Dalam beberapa postingan tentang gaji guru di page ini maupun di web-web yang lain banyak terdapat pendapat yang mengatakan bahwa guru itu pengabdian dan oleh karena itu tidak layak menuntut gaji serta tunjangan yang pantas. Ada juga yang menyatakan, “Saya bekerja sebagai guru dengan ikhlas. Gaji nomor dua.” Apakah ini salah? Tidak salah, melainkan keliru!

Mengapa?

Baca entri selengkapnya »

Apakah Quantum Learning itu?


Oleh Hejis

Quantum Learning (QL) adalah sebuah model yang komprehensif yang mencakup teori pendidikan dan implementasinya di kelas secara nyata. Model ini menyatukan praktik-praktik berbasis penelitian di bidang pendidikan ke dalam kesatuan yang menyeluruh, yang membuat isi pembelajaran menjadi lebih bermakna dan relevan bagi kehidupan murid.

Model FADE—Foundation, Atmosphere, Design, Environment—menciptakan konteks QL. Kita mengetahui bila konteksnya kuat, model itu “menghilang” menjadi latar belakang dan menciptakan struktur pembelajaran.

QL dimulai dengan landasan yang kuat untuk mengembangkan 8 prinsip yang istimewa. Hal ini mencakup keyakinan bahwa: Semua orang dapat belajar, orang belajar dengan berbeda, dan pembelajaran adalah Baca entri selengkapnya »

Apa Urusannya Kita Ikut Memerhatikan Partai Politik yang Sedang Bermasalah?


Oleh Hejis

Saat ini ada satu partai politik (parpol) yang sedang dilanda guncangan dahsyat. Guncangan itu sampai menyebabkan turunnya popularitas di mata masyarakat. Bermula dari terkenanya beberapa kader Partai Demokrat (PD) dalam ranah hukum terkait kasus korupsi. Beberapa nama secara bergulung disebut-sebut menikmati uang hasil korupsi tersebut. Pentingnya posisi para kader itu, besarnya uang yang dituduhkan dikorup, berliku-likunya proses hukum, dan posisi PD sebagai partai yang memerintah menjadikan kasus ini sebagai guncangan di partai itu.

Lalu, apa relevansinya dengan pihak-pihak atau orang-orang yang bukan anggota komunitas politik itu? Bukankah itu urusan internal PD yang bukan menjadi urusan pihak lain di luar PD? Baca entri selengkapnya »

Status yang Tidak Disukai Teman-Teman di Facebook


Oleh Hejis

Sebagai medan interaksi sosial Facebook atau Fesbuk (FB) juga banyak mengadopsi tatanan pergaulan pada umumnya di dunia nyata. Tatanan sopan-santun, etika, hukum, dan kaidah agama tetap harus dipegang teguh saat orang membuat status. Jika tidak, maka fesbuker akan menanggung risiko yang dapat merugikan dirinya, bahkan merugikan orang lain. Ujungnya tujuan berfesbuk menjadi tidak berhasil. Malahan itu juga berakibat menimbulkan masalah.

Umumnya orang berfesbuk bertujuan menjalin komunikasi dengan teman-teman yang di-add-nya (ditambahkanya). Secara lebih spesifik, mereka menginginkan dapat mengungkapkan perasaan atau pendapatnya. Mereka juga menginginkan terjalinnya pertemanan yang sudah ada dengan lebih erat. Tentu saja, ada juga yang menggunakan FB untuk tujuan mencari pasangan, berbisnis, iseng, Baca entri selengkapnya »

Masih Relevankah Musyawarah untuk Mufakat?


Oleh Hejis

Mencermati perilaku kita dalam menjalin interaksi sosial sesama warga bangsa membuat kita mengurut dada. Persoalan hidup yang semakin menghimpit dipecahkan dengan mengandalkan kebenaran yang diyakini masing-masing individu dan kelompok sempit. Akibatnya, kebenaran-kebenaran yang bermacam-macam berhadapan secara frontal untuk berikutnya bertarung, sekali pun, hingga titik darah penghabisan. Maka, tak heran pertanyaan yang amat kontekstual adalah “Di manakah musyawarah untuk mufakat?”. Pertanyaan ini akan tetap relevan sepanjang kita belum menjiwai demokrasi kita dengan benar.

Baca entri selengkapnya »

Cerdas Bermedia dan Cerdas dari Media


Oleh Hejis

Saat ini orang-orang yang memiliki kecerdasan majemuk tak terelakkan memiliki akses terhadap media. Mereka membaca buku atau koran, mendengarkan radio, menonton televisi, atau media massa lainnya. Namun, tidak ada jaminan bahwa menjadi cerdas juga memiliki kecerdasan bermedia (media literacy).

Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi membawa kemudahan bagi siapa pun memelajari ilmu dan pengetahuan dari media massa. Media seperti perpustakaan yang koleksi bacaannya dan visualnya dapat dibawa pulang ke rumah. Tak heran jika kita dapat membangun kecerdasan lewat akses terhadap media. Misalnya, seorang anak yang belum masuk sekolah di Jakarta dapat Baca entri selengkapnya »

Kepedulian pada Bencana Mungkin Sekadar Pola Hidup Topikal


Bencana banjir

Bencana banjir

Dalam peristiwa tertentu, misalnya musibah atau bencana alam dan ulang tahun kejadian tertentu, sebut saja bencana bobolnya tanggul Situ Gintung yang menelan ratusan korban meninggal, tsunami di Aceh, gempa bumi di Jogja, Hari Kartini, Hari Pangan Sedunia, Hari Antitembakau atau Hari Kemerdekaan RI, banyak orang mengingat kembali nilai yang melekat pada peristiwa atau tema yang diperingati itu.

Dalam konteks peristiwa bencana, definisi, relevansi, dan cara berempati dapat dengan mudah diperoleh di wacana koran, televisi, radio, dan ruang publik arena. Politisi dan ilmuwan angkat bicara untuk prioritas topik yang satu ini, dan untuk sementara menyisihkan topik lain. Ini sah saja. Apalagi momentum bencana yang menelan banyak korban adalah peristiwa besar. Demikian halnya untuk peristiwa-peristiwa non-bencana.

Baca entri selengkapnya »

%d blogger menyukai ini: